+6285123128759 penerbitmandita@gmail.com

Akhdiyat R. Darmawan
Cetakan: 2026
Halaman dan ukuran : xi + 196; 14 x 20 cm
ISBN : Dalam proses pengajuan

Menguasai seni public speaking di era digital menuntut adaptasi yang cepat terhadap dua lanskap komunikasi yang berbeda, yaitu panggung fisik dan layar virtual. Di panggung realitas, kehadiran fisik, dinamika vokal, dan proyeksi bahasa tubuh secara langsung menjadi kunci utama untuk merebut perhatian serta membangun energi di dalam ruangan. Namun, ketika berpindah ke panggung digital, tantangan bergeser pada kemampuan menjaga digital eye contact dengan lensa kamera dan mengelola interaksi visual yang lebih intimatedi tengah berbagai gangguan multitasking audiens. Keahlian utama seorang pembicara modern terletak pada fleksibilitasnya dalam memproyeksikan karisma yang sama kuatnya, baik saat berdiri di hadapan ratusan orang maupun ketika berbicara di depan layar kecil.

Di balik perbedaan teknis antara kedua media tersebut, inti dari komunikasi berpengaruh tetap berakar pada ketulusan pesan dan kedalaman hubungan emosional dengan pendengar. lntegrasi antara prinsip retorika klasik-/ogos, ethos, dan pathos-dengan bantuan teknologi pendukung seperti

kecerdasan buatan memungkinkan pembicara menyusun narasi yang presisi namun tetap menyentuh sisi kemanusiaan.

Kemampuan untuk merangkai gagasan secara jernih, menyampaikan storytelling yang relevan, serta memberikan dampak yang nyata adalah hal yang membedakan sekadar penyampaian informasi dari sebuah kepemimpinan pemikiran. Pada akhirnya, penguasaan public speaking di era baru ini adalah tentang menggunakan setiap platform sebagai jembatan untuk mengubah informasi menjadi transformasi yang menginspirasi.