+6285123128759 penerbitmandita@gmail.com

Riandika Wastu
Cetakan, 2025
Halaman dan ukuran: x+182; 14 x 20 cm

Eksistensi Tuhan telah menjadi perdebatan sentral dalam filsafat dengan beragam argumen dan pendekatan. Filsuf klasik seperti Plato dan Aristoteles melihat Tuhan sebagai prinsip pertama yang mengatur alam semesta—Plato menyebutnya sebagai “Yang Baik,” sementara Aristoteles menggambarkannya sebagai “Penggerak yang Tidak Bergerak.” Thomas Aquinas kemudian mengembangkan argumen kosmologis, mengklaim bahwa segala sesuatu memiliki sebab dan Tuhan adalah sebab pertama. Namun, di era modern, pemikiran rasional tentang Tuhan mendapat tantangan dari filsuf seperti Kant dan Hume, yang berpendapat bahwa eksistensi Tuhan tidak dapat dibuktikan melalui logika atau pengalaman empiris. Kant, misalnya, menganggap keberadaan Tuhan lebih sebagai postulat moral, bukan sesuatu yang dapat dibuktikan secara rasional.Pandangan tentang eksistensi Tuhan terus berkembang dalam dialog antara argumen rasional, skeptisisme, dan keyakinan spiritual sepanjang sejarah filsafat.